Information and Links
Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.
Keliling kampung
Sebut aja namanya Ade, pemuda di pertengahan 20-an, tinggal di sekitar Peukan Bada, sedikit di luar Banda Aceh, tidak jauh dari tempat kelahiran Tjut Nya’ Dien. Tadinya gue kira dia bukan orang Aceh karena namanya malah lebih mirip orang Sunda, dan mukanya gak Aceh-Aceh banget.
Daerahnya dikenal lumayan banyak partisipan atau memang benar-benar kelompok separatis GAM. Dengan abangnya yang tentara dan tinggal di Jakarta bikin dia agak-agak terpencil dan kuper.
Waktu tsunami datang Ade di Jakarta, dia selamat, tapi kampungnya nggak. Rata dengan tanah. Tergerak membantu tanah kelahirannya dia bergabung dengan salah satu kelompok lokal/nasional dengan jaringan internasional.
Ade sibuk. Mulai dari masa tanggap darurat tahun kemaren sampe masa rehabilitasi sekarang. Kesibukannya membuatnya dia berjalan-jalan mengelilingi kampung karena memang daerah kerja kantornya itu ya di daerah tempat tinggalnya. Dia sadar ternyata baru kali itu dia keliling kampungnya sendiri, bener-bener keliling kampung.
Situasi konflik sebelum tsunami bikin dia gak bisa kemana-mana. Dia lebih kenal Jakarta di banding desa tetangga, padahal cuma beberapa kilometer aja. Dia bilang dulu sepi banget, gelap dikit gak ada orang yang keluar rumah, gak berani.
Setelah berkeliling, Ade melihat kampungnya ternyata sebenarnya indah, nyaman (kalo ga ribut) dan punya potensi. Haknya mengenal daerah tempat tinggalnya tidak dirasakannya di masa konflik dulu. Padahal jika dulu dia kenal dengan daerahnya sendiri banyak kegiatan yang bisa dilakukannya.
Dulu Belanda awet di Nusantara karena mengenal hampir setiap jengkal tanahnya, dari barat sampe timur. Peta-peta bikinan Belanda sampe sekarang masih bisa dipake, bukti bahwa mereka sangat mengenal nusantara ini. Dan mereka simpan informasi itu (informasi wilayah) dari orang-orang kita sehingga kita tidak mengenal sekeliling kita.
Belum lama ini ada survey tentang tingkat kepercayaan orang Aceh tentang niat GAM untuk merdeka. Lebih dari setengahnya percaya GAM masih ada niat untuk merdeka. Apa pun itu, mudah-mudahan situasi sekarang yang aman gak terganggu lagi. Dan orang Aceh bisa lebih mengenal daerah mereka sendiri, gak cuma orang-orang GAM dan tentara RI yang sering keluyuran aja yang tahu daerah mereka.


