Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Curahan Hati mengenai Geografi
Permainan Kaos Oblong

Baik Buruk Persepsi Geografis

Posted by Danu Pujiachiri on March 17th, 2006
Sejauh pemahaman saya, persepsi geografis adalah persepsi sesorang terhadap suatu tempat di muka bumi, baik sekala besar maupun kecil.

Dan kalau dicari referensinya melalui “om google” dengan kata kunci “persepsi geografis”, hanya ada dua tulisan ditemukan. Itu pun salah satunya tulisan saya sendiri di situs penulis lepas. Hasil tersebut menunjukan bahwa istilah persepsi geografis tidaklah populer digunakan. Setidaknya di dunia maya Indonesia.

Meski begitu, persepsi geografis telah membantu/mengarahkan kita dalam menentukan pilihan sehari-hari. Sadar maupun tidak. Baik maupun buruk. Anak-anak maupun dewasa.

Mengapa anak-anak dan dewasa, karena persepsi geografis memang tidak mengenal umur. Lagi-lagi, seperti halnya mental map, persepsi geografis memang dibentuk baik sadar maupun tidak. Saat berangkat sekolah waktu SD, saya tidak pernah mau lewat RT 09. Saya tinggal di RT 04. Mengapa? Karena menurut saya, banyak anak nakal disana.

Saya sadar, bahwa tidak semua anak di RT 09 nakal dan persepsi saya tersebut belum tentu benar. Terlepas benar atau salah, itulah persepsi geografis saya (saat itu) terhadap RT 09. Dan mempengaruhi keputusan saya dalam menentukan rute perjalanan sekolah.

Persepsi geografis seseorang memang berasal dari berbagai sumber. Kadang ketidakjelasan atau ketidakakuratan sumber mengarahkan kita pada pilihan yang kurang tepat. Cerita saya diatas mungkin hanya mengakibatkan saya memilih rute ke sekolah yang lebih jauh. Namun, bila persepsi geografis tersebut mempangaruhi hal-hal lebih besar, pengaruhnya juga akan lebih besar.

Contoh lain, persepsi geografis ibu saya terhadap “Aceh”. Ibu saya hingga sekarang melarang saya pergi ke Aceh. Di benaknya sudah terbayang daerah yang rawan gempa dan rawan pertempuran dengan GAM. “Pokoknya bahaya” ucapnya. Benar atau salah, itulah persepsi yang dimiliki ibu saya.

Sumber pembentukan persepsi geografis memang bermacam-macam. Namun, semua merupakan dari turunan kemampuan indera kita mencerap informasi, yaitu mata dan telinga dan tubuh kita. Contohnya, membaca buku, menonton TV atau film, mendengar radio, membaca koran, atau bahkan pengalaman pribadi.

Bila coba digolongkan, ada dua sumber, dari dalam diri dan luar diri. Dalam diri berarti pengalaman seseorang. Contoh menarik persepsi geografis seseorang mungkin peta yang dibuat oleh Christian Nold. Ia membuat biomapping, atau perasaan seseorang terhadap suatu tempat dalam kota-kota di Inggris. Silahkan lihat di www.biomapping.net/new.htm

Sumber kedua adalah luar diri seseorang, dan menurut saya, media massa lah yang memiliki pengaruh besar. Tentu kita sadar akan keinginan besar para saudara kita di desa-desa, berharap pergi ke kota akibat tayangan media massa menceritakan indah dan suramnya kota, terus menerus.

Sekali lagi saya ulangi, baik maupun buruk. Baik buruk persepsi yang terbentuk tidak masalah bila sesuai kenyataannya. Bahayanya, bila persepsi geografis itu tidak sesuai dengan kenyataan.

Masih ingat dengan masalah travel warning beberapa negara untuk Indonesia? Dan betapa besar pengaruhnya pada Indonesia? Jawabannya dapat kita lihat di dalam situs-situs berita.

Hal ini membuat saya sedih. Namun, lebih sedih lagi bila persepsi buruk dirasakan oleh masyarakat Indonesia terhadap negerinya sendiri. Bayangkan apa yang terlintas bila kita mendengar tempat bernama Ketapang, Poso, Ambon, Aceh, atau nama tempat yang pernah terjadi konflik.

Kembali, media massa lah pembentuknya. Semoga media massa pula yang akan mengembalikan citra baik tempat-tempat tersebut di dalam benak kita.


Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

maaf persepesi mereka yang buat juga guru guru geografi juga kan. guru guru geo rata rata kurang punya kompetensi dibidangnya

hehehe.. setuju..wkt kecil, gw males bgt lewat rt 7, bukannya takut, tp anak2 situ rese2 di tambah lagi suka bawa2 alasan kesukuan utk ganggu org

mnrt aku sih, pengaruh paling besar persepsi geografis seseorang adalah pengalaman sendiri. persepsi kalangan media ya dibentuk sama pengalaman mereka, kalo dari sekolah? brp jam sih pelajaran geografi di sekolah? trus ditambah kurang kompetennya guru geografi spt yg disebut edy wibowo di atas? lagi2 pengalaman pribadi yg paling menentukan

mental map gw terbentuk karena wanita
inilah jalur pulang kuliah tiap hari gw ke rumah
MIPA (sucks…hehe becande) - FKM (weh…) - Margonda Raya (wow !!!) - mampir gramedia (cuci mata…) - gang Karet (hosh2, cape…banyak cewe) - sampai deh ke Kontrakan.

kalo belajar geografi itu paling enak kalo ada pemicunya…kalo gw apalagi kalau bukan wanita.

piss

[…] Lirik Geografis 10 Mei 2006 Apakah anda senang mendengar musik? Apakah anda pernah mendengar lirik geografis dalam sebuah lagu? Maksud lirik geografis disini yaitu, dalam lirik sebuah lagu tersebut terdapat kosakata geografis, yang menggambarkan persepsi geografis pencipta lagu tersebut. […]

Saya rasa saya sepakat dengan anda, akan tetapi saya tidak melihatnya dari sekedar persepsi yang dibentuk media. Persepsi lebih melihat secara individual dan terdapat berbagai variasi antara masing-masing individu. Saya belajar mengenai representasi, di mana persepsi adalah salah satu faktornya. Representasi lebih ditekankan oleh faktor memori kolektif, cerita-cerita popular dst, yang pada saat ini media-lah yang paling berperan di dalamnya.

Akhir kata, senang juga melihat blog geografi.

persepsi geografis?
terkadang kita gak perlu terlalu takut ama persepsi geografis kita sendiri, toh.. persepsi juga bisa salah kan?
dulu pas saya masih SMA, persepsi saya tentang UI itu kayak gini kayak gitu.. akhirnya ketika saya masuk ternyata beda banget..
dan pas masuk kuliah.. persepsi awal saya terhadap jurusan saya itu seperti ini dan itu (then.. i scared a lot).. tapi ternyata pas dijalanin gak juga..

dan kalo anda misal nya jalan juga pulang lewat rt9. dan ternyata yang nakal bukan anak2 nya melainkan preman2 kampungnya. persepsi anda jadi salah kan? (tapi tetep aja apes..)

udahla…

annoying mode *ON*

Persepsi geografiku ke Ind tu……..
Ind tu negara yang beruntung……. letak goe Oche, kaya hasil tambang, subur……… tp Indonesia itu payah…. orangnya sih cerdas tapi gimana, kok jadi miskin?

I love geografi……….!
Do we need Zero defact ?