Information and Links
Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.
Sekilas Geografi Radikal
Long Live The Geographical Revolution
Begitulah semboyan di website www.radicalgeography.co.uk milik Tony Cassidy, seorang (kalau boleh disebut begitu) yang menganut paham Geografi Radikal.
Belum pasti kapan istilah geografi radikal mulai disebut, Noel Castree yang merupakan salah satu tokoh pendahulu geografi radikal menulis dalam essainya (tahun 2000), bahwa istilah geografi radikal pertama kali dikenal pada sekitar akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an.
Bila saya ditanyakan mengenai definisi dari geografi radikal, secara pribadi saya kesulitan dalam menjawabnya. Geografi radikal tidak diakui sebagai cabang ilmu geografi. Teman-teman saya yang lebih mengerti geografi menjelaskan kepada saya, bahwa geografi radikal lebih mengarah kepada sikap. Sikap yang berprinsip bahwa penerapan ilmu geografi harus berguna bagi masyarakat.
Seorang geografer radikal memahami hal-hal penting yang terjadi di masyarakat secara kritis dari sudut pandang geografi, membuat penyebaran ilmu geografi yang kompleks yang dibatasi oleh sistem akademis menjadi lebih relevan dan mudah dimengerti oleh masyarakat awam. Membuat empasis sebuah penjelasan menjadi aksi.
Terkadang para geografer radikal memposisikan diri untuk menantang sebuah pandangan yang ortodoks dan dominan di dunia, dengan alasan untuk menciptakan ruang baru dan memimpikan masa depan yang baru, tanpa terikat oleh satu jenis pandangan dari analisis dan politik yang radikal.
Apakah di Indonesia ada geografi radikal? Saya cenderung menjawab pertanyaan ini dengan pertanyaan lagi, “Bagaimana bisa ada geografi radikal di Indonesia, jika ilmu geografi dan cabang-cabangnya saja belum terdalami dan diterapkan dengan baik oleh SDM yang ada sekarang?” Hmmm…. jadi harus mendalami geografi dulu yah… baru …. Hmmm…. masa sih…
Daripada bingung jawab pertanyaan diatas lebih baik menjawab pertanyaan yang dibawah ini!!
Apakah geografi radikal itu memberi suatu kesan yang mengawang-awang, yang menimbulkan ”social hope”? mengapa dalam geografi radikal tidak ada epik kepahlawanan dan tidak ada epik kepura-puraan?
Malah tambah bingung … ?! ya.. udah, kalo bingung ga usah dipikirin



al-ilmu bilaa ‘amalin kaa sajarin bilaa tsamarin