Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Geo-related Blog
Banda Aceh dimana sih ?

City Name Origin

Posted by Yulius Antokida on January 9th, 2006

Have you ever been to Normal City? You might thing that you’ve been asked about a city that is normal. You’re wrong! Normal is a city name in nothern Illionis, United States. Established in 1860 with 45,000 population.

There’s some joke about Normal city by their visitors, “What’s next to Normal, abnormal?” or “Is everything really normal in Normal?”

The name Normal was taken from local university in the area, University of Normal Illinois. The word normal derrived from French term “ecole normale”, means “training university”, the school IS producing new trainer (teacher).

If it’s a joke about Normal City in US. Indonesia also have some unique city names. When I was in elementary school, there was some lame trivia about city name.

“What is the poorest city in the world?”
some asked, and the crowd immediately answered “Malaaaaaangggggg!!!”, poor Malang citizen :D

Malang in Indonesian language means “unlucky” or “unfortunate”. City of Malang is located in Jawa Timur (East Java). Kabupaten (Regency) Lumajang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang and City of Batu, surrounds its border. The word “Malang” derrived from “Malangkucecwara”, a temple once told as located near the city. Malang city has many names, i.e Parist of East Java, Education City, etc.

Me, myself, live in city of Depok, Jawa Barat (West Java). And if someone ask me about the meaning of Depok, I’ll proudly answer as “Daerah Elit Pemukiman Orang Kaya” (Elite District where Rich People Lives) :)

What about the city where you live? Do you know the meaning of its name? Start now, and you’ll enjoy your new adventure!



Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

mungkin depok berasal dari “padepokan”? :)

Kata “Depok” merupakan singkatan dari “De Eerste Protestants Onderdaan Kerk” (Gereja Kristen Rakyat Pertama).

Depok itu singkatan dari De Eerste Protestentante Organisatie van Kristenen. Di daerah Depok terdapat tuan tanah Pondok Cina, tuan tanah Mampang, tuan tanah Cinere, tuan tanah Citayem dan tuan tanah Bojonggede.

Konon kabarnya dulu, Depok merupakan daerah tertutup bagi orang keturunan Tionghoa, makanya orang keturunan Tionghoa yang pergi ke Depok (untuk berdagang misalnya) hanya bisa sampai daerah pinggiran Depok.

Naah, saat datang ke (pinggiran) Depok itu mereka menginap di tempat yang sekarang bernama Pondok Cina.

Loh bukankah depok itu berasal dari salah seorang gubernur jenderal Hindia Belanda yang bernama De Fock yang memerintah antara tahun 1921-1926

hmm….
agak aneh kalok menyebut ‘depok’ dari nama gub.jen th 1921-1926 krn depok sebagai pusat pemukiman udah ada jauh sebelum itu (abad 17?)

versi yg berkembang adalah dari singkatan di atas (mana tuh 2 itu yg bener) dan ‘padepokan’ tempat pasukan banten-cirebon bersiap menyerang pajajaran

blm tau mana yg bener

Betul sekali. Nama DEPOK berasal dari singkatan De Eerste Protestentante Organisatie van Kristenen. Mungkin kota satu-satunya di Indonesia yang berasal dari singkatan.

Depok dulu adalah tanah perkebunan luas yang dimiliki oleh tuan tanah flamboyant kaya raya, Cornelis Chestelein. Dia memiliki tanah di Pondok Bambu, Weltervreden dan Sringsring (Srengseng).

Untuk mengerjakan tanah yang luas, dia mendatangkan budak dari Bali, Makassar, Jawa,Ambon, dll. Ketiak Chestelein wafat, dia mewariskan seluruh tanahnya di Depok kepada budak-budak kesayangannya. Asal,masuk kristen (protestan) dan diberi nama famili (spt van Korn, dll).

Hingga sekarang, budak-budak itulah yang bernama Belanda Depok. Nama belanda,ngomong belanda, tapi penampilan melayu. Kini, mereka yang umumnya berdiam di Depok Lama, punya perkumpulan yang bernama Yayasan Cornelis Chestelein.

Mudah-mudahan ini berguna.

ups…. mantan budak kalee! selaen di kasih tanah kan juga di-”merdeka”-kan

Hmm.. kalo Depok di Yogyakarta itu berasal dari nama yang sama ga ya?

Mohon maaf sekali. Saya lupa menulis bahwa mereka adalah bekas-bekas budak, bukan budak. Diantara Belanda Depok, ada terkenal dan memberikan kontribusi dalam bidang seni. Seperti penyanyi tahun 1970-an, Blue Diamonds dan Grace Simon, adalah beberapa contoh Belanda Depok yang terkenal.

Sedang nama Depok di Jogjakarta saya kurang paham. Yang jelas tidak sama dengan Depok di Jawa Barat. Mungkin dari kata /padepokan/ atau /ndepok/?

Umumnya asal usul nama kota di Indonesia berasal dari nama Sansakerta, Melayu Kuno atau bahasa lokal. Tapi kota Kudus, agak unik. Konon (saya kurang yakin), Kudus adalah satu-satunnya kota di Indonesia yang berasal dari bahasa Arab. /quds/ artinya suci.

Ada anekdote, (mohon maaf saya tidak bermaksud menyinggung perasaan umat kristiani) bahwa Jesus sebenarnya berasal dari Kudus. Karena Jesus adalah orang Kudus (orang suci). Masa kecilnya di Semarang, karena ada Taman Kanak Kanak Jesus Kristus di Jl.Pemuda. Baru kemudian Jesus pergi ke Jerusalem saat dewasa.

Bila ada Anda ke Jember, ada sebuah kota (kecamatan) kalau menuju ke Banyuwangi. Namanya Glenmor. Nah, ini mungkin satu-satunya kota yang berasal dari nama Eropa, yakni /Glennmore/, sang pemiliki rokok More. Karena mengalami transliterasi, jadilah Glennmore menjadi Glenmor, sebuah kawasan perkebunan tembakau.

Pengamatan yang bagus..

Gapapa koq.. komen-komen yang kaya gini yang justru nambah wawasan, asal tidak menggiring ke pada suatu opini yang menjurus SARA :)

wah asyik nih topiknya….sayang dah terlambat setahun dari posting awal….My home town is JEMBER …kota teramai di daerah tapal kuda JATIM…ada dua cerita soal kota ini
Orang madura yang dibawa Belanda untuk membuka perkebunan tembakau di sebelah selatan Gn.Argopuro menamai daerah itu JEMBER dari kata JEM Bhe’R ( Jembar = dataran yang luas/lebar) …sedang etnis Jawa eks Mataraman yang banyak tinggil di daerah selatan Jember memaknainya dari kata JEMbrek (berlumpur/kotor/….) mengacu pada tanah garapan mereka yang sangat berlumpur namun subur…..

comment untuk Iwan Satyanegara …kalo soal Glenmore kayaknya perlu di cek ulang sejarahnya ….sepertinya kata Glen ini sangat terkait dengan kata asing apakah belanda atau inggris dalam menamai daerah karena di sekitar Kec.Glenmore ada desa /perkebunan yang juga bernama eropah…yaitu Glen Faloch….dan…Glen Nevis …gitu lo …mas Iwan arek Banyuwangi?…aku lahir di Kec.Glenmore soalnya….

Kalau Depok berasal dari singkatan, trus depok yang di Yogya juga berasal dari singkatan?

the cuty

Terima kasih atas komentarnya. Untuk Sdr. Ekoz, mungkin benar pendapat ttg asal nama Glen. Yang jelas, nama itu bukan nama asli Indonesia. Saya belum punya literatur lengkap untuk dearah Glemor dan sekitarnya. Saya akan cari literatur tsb, karena manarik mempelajari sejarah Indonesia dan Jawa.

Kalau soal asal nama Depok di Jogjakarta, sangat mungkin berasal dari kata /ndepok/ (?) Maaf saya bukan orang Jawa dan belum banyak tahu ttg daerah tsb. Tapi kalau Depok di Jawa Barat, memang berasal dari singkatan. Selama ini tidak sanggahan ilmiah untuk itu.

Namun ada suatu hal menarik yang ingin saya sampaikan. Misalnya nama kota Makassar. Biasanya kita terpengaruh dengan nama-nama asing. Tetapi sebaliknya, banyak nama kota Makassar di belahan dunia lain. Ini menarik! Di Afrika Selatan ada kota dengan nama Macassar. Jelas, karena banyak imigran asal Makassar di sana. Di Mozambique (Mosambik) juga ada kota bernama Macassar. Kurang tahu, apa ada orang Makassar di sana. Umumnya kampung temoat rantauan orang Bugis atau Makassar, berada di tepi pantai. Sedangkan kota ini ada jauh di pedalam Mosambik.

Mohon ma’af mau ikutan gabung bolehkah..?
Setahu saya yang didapat dari sejaraha kota Depok..Depok berasal dari kata Padepokan tempat pasukan dari Banten dan Cirebon yang akan menyerang Pajajaran.
Mau tanya juga mungkin ada yang tahu asalusul nama Bojonggede. Saya tinggal di Bojonggede dan ingin mnelusuri sejarah Bojongede yang kata sesepuh disana dulunya Bojonggede adalah termasuk Kerajaan Muara Beres..kerajaan kecil di pinggir sungai Ciliwung dibawah kendali Kerajaan Pajajaran.Sampai sekarang katanya masih ada peninggalan sejarah dari masa kerajaan sampai jaman penjajahan Belanda.

Kalo Bintaro diambil dari nama pohon yaitu Pohon Bintaro…
Dulu disitu ada perkebunan yang isinya pohon2 itu, kaya di deket bintaro ada Pondok Pinang, itu asalnya dari pemondokan perkebunan pinang,
Kayanya yang dari namanya juga dimulai dari pondok asalnya juga dari pemondokan deh… (kalo ga salah seh…!!) kaya pondok gede, pondok rangon, pondok aren, pondok indah, dan pondok-pondok lainnya…
[melalui jalan (english)] asik juga kalo kita tahu asal muasal dari nama tempat…
cooollll…. :D

JGN NGARANG

Saya meragukan pendapat bahwa kota Depok (Jawa Barat) berasal dari bahasa Jawa, yaitu kata /ndepok/. Sedangkan daerah tersebut adalah termasuk pengaruh Pajajaran. Mungkin saja benar, tapi saya pendapat saya belum bisa berubah sampai ada bukti sejarah yang bisa dipercaya.

Soal nama Bojong Gede, sangat mungkin ada kaitan dengan legenda (biasanya fakta sejarah bercampur dengan fiksi) tentang Mundinglaya Dikusumah, yang banyak bercerita tentang daerah, yang kini bernama Bojong Gede.

sepanjang yang saya tahu, jawaban dari saudara iwan satyanegara yang paling mendekati dari tulisa-tulisan yang pernah saya baca.
bahwa depok merupakan akronim dari de eerste protestants onderdaan kerk atau gereja kristen rakyat pertama atau gereja warganegara protestan pertama. kenapa disebut warga negara? juga karena sejak wilayah depok di beli oleh tuan tanah cornelis chastelin 1657-1714. depok merupakan wilayah dengan status otonomi khusus,dengan kebebasan memerintah tanpa campur tangan batavia, dengan tuan tanah sebagai kepala negara dengan budak-budaknya sebagai warga negara dan pekerja…
semoga bermanfaat…

jajang dirajanagara

Satu hal menarik dari asal usul nama-nama daerah, adalah penamaan daerah di pinggiran kota Jakarta. Kalau kita perhatikan, banyak nama-nama tersebut berasal dari nama-nama tempat di Jawa. Diduga, nama-nama tersebut berasal dari prajurit-prajurit Mataram, yang kalah perang pada tahun 1625-an, setelah kegagalan Sultan Agung menyerbu Batavia. Bagi parjurit Jawa, kehormatan dan harga diri adalah nomor satu. Mereka memutuskan tidak kembali ke Mataram.

Jadilah nama-nama seperti Grogol, Sudimara, Bintara (Bintaro), Ragunan (dari Wiragunan, petinggi militer Mataram) dan banyak lagi.

Kalau di buku van Graaf tentang Mataram, banyak kaitan nama-nama daerah tersebut dengan prajurit-prajurit Mataram.