Information and Links
Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.
- Other Posts
- Mental Map
- Pucuk Daun Bambu
Difusi Spasial
Setahu ane, Obelix itu orang Ghalia… di abad modern masuk bagian Perancis. Rada heran juga ketika tempo hari salaman dengan dia, ngakunya dari Belgia. Tanpa pakaian khasnya berupa celana lurik biru terusan sampe dipilin di dada kayak kemben, Pak Obelix malah tampak lebih lucu… kancing kemejanya nggak sanggup nutupin udel di puncak perut buncitnya.
Ini cerita dari Pak Obelix ketika ngobrol sok ilmiah mengenai difusi keruangan. Meskipun keahliannya mengocok perut (arti peribahasa buat orang lain, dan arti sebenarnya buat dirinya sendiri) dia cukup ahli membahas fenomena geografi. Difusi? hmmm… dia cerita banyak dari penyakit mencret sampe HIV/AIDS. Dia berhenti ketika ditanya mengenai virus H5N1.
Sambil mengerutkan dahi, dia bicara dengan diri sendiri, “Bedebah itu!”
“Tetelo dan virus lain dari aves lebih berbahaya dari itu… semuanya sudah ada sejak dulu”. Dia terus nyerocos nggak bisa dibendung.
Dulu… banyak pekerja di peternakan berpulang ke haribaan-Nya dengan penyakit yang tidak pernah diketahui. Tidak hanya di peternakan, dimana-mana selalu ada yang berpulang akibat sesuatu yang nggak diketahui… hanya karena flu, itu saja. Misterius lalu nyep… tanpa kabar berita. Sekarang ada vaksin dibuat…. kemana dipasarkan? Harrrus ada wabah…! Wabah bisa diciptakan lewat media… siapa pemegang jalur media dunia? Tinta ditumpahkan di lembaran kertas tissue tepat di titik di daratan China… kemudian melebar kemana-mana. “Spatial Diffusion” digambarkan Pak Obelix dengan omongan persis seperti disalin dari buku teks Hagget. Berapa korban H5N1? Dalam 2 tahun “cuman” 68 orang dari milyaran penduduk Asia…! Apakah itu wabah?
“Bedebah itu,” lanjutnya (busyet Pak Obelix sekarang hidungnya memerah dan berkeringat dingin), “sekitar 1990-an kelimpungan memasarkan daging. Daging-daging berkualitas baik di pasaran dikuasai Eropa dan Australia. Peternak-peternak di Eropa sangat rajin memvaksin ternaknya sampai tiba-tiba dihentikan sepihak karena kebijakan pemerintah. Pengalaman masa lalu bertempur dengan virus penyebab penyakit kuku dan mulut membuat sebagian peternak nurut… sebagian lagi mbalelo. Data-data mengenai virus penyebab penyakit kuku dan mulut kumplit-plit sampai ke tingkat informasi mengenai strain dari virus itu. Ada strain Inggris, Belanda, dll. Semua sudah dikenali.”
Syahdan, sebagian besar peternak nggak lagi nyuntik vaksin di pantat sapi-sapinya. Seperti virus cacar, strain Eropa udah lenyap. Tiba-tiba meledak wabah penyakit kuku dan mulut di Inggris…. Akibatnya? Stop impor daging Eropa…!!!! Musnahkan daging dari Eropa di pasaran dunia! Siapa punya ulah? Periksa aja strain virus di Inggris itu! Bedebah…!!!!
Omongan Pak Obelix makin brutal… ane nggak menyimak lagi, cuman mengkhayal dia lagi gebukin pasukan Romawi sambil diiringi lagu “Happy birth day tooo youuu…!” dari teman-teman Ghalianya.
*) Penulis adalah pemerhati geografi.


