Information and Links
Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.
- Other Posts
- Stupid Americans!
- Urban Legends
Bermain, Bekerja dan Dapat Penghargaan
Bermain sambil bekerja.. atau bekerja sambil bermain? Banyak orang bilang tidak serius, apalagi gabungan bekerja dan bermain. Jika mendengar kata “layang-layang”, bayangan kita mungkin akan langsung mengatakan ini adalah permainan. Tapi bagi James S. Aber layang-layang adalah sarana dalam pekerjaannya. Sudah delapan tahun Aber “bermain” layang-layang, bahkan mengajarkannya. Menjadikan layang-layang sebagai sarana untuk memotret pemandangan di bawahnya. Yang dilakukan Aber, jauh dari sekedar “bermain”.
Aber adalah seorang ahli geologi dari Universitas Negeri Emporia di Kansas, dia banyak menggunakan layang-layang untuk memotret wilayah penelitiannya. Dengan kamera dijital biasa yang dibawa dengan layang-layang setinggi 150 meter dari permukaan tanah, dia mengamati rawa-rawa di Estonia selama musim gugur (di sana) ini, bersama teman-teman Estonia-nya untuk mempelajari geomorfologi dan geotektonik daerah itu. Kamera dijitalnya diatur dengan pengendali dari bawah (remote control). Jadi ingat sejarah awal-awal penginderaan jauh di abad 19.
Suasana musim gugur di daerah rawa gambut Männikjärve Estonia itu menjadikan foto yang dihasilkan menjadi unik seperti lukisan, semak-semak berwarna keemasan, tanaman keras terlihat jingga dan merah, hanya pinus saja yang tetap hijau, dan air rawa menjadikan kontras tajam yang indah dengan warna coklat.
Yang menyenangkannya, foto hasilnya ini berhasil menang dalam Lomba Visualisasi Sains dan Rekayasa 2005 yang diselenggarakan majalah Science dan Lembaga Sains Nasional AS, pada kategori fotografi.
“Fotonya keren, bukan cuma karena temanya bagus dan mood-nya pas, tapi teknik pengambilannya juga unik, ” kata jurinya, Gary Lees.


